Jakarta- Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan di Jakarta Islamic Centre (JIC), Rasyidi HY berharap momentum Idul Adha 2026 dapat menjadi sarana meningkatkan ketakwaan umat Islam tidak hanya di DKI melainkan seluruh Indonesia.
Menurut Rasyidi HY, semangat masyarakat untuk berkurban hingga saat ini tetap tinggi, karena didasari keikhlasan beribadah pada sang pencipta.
“Kalau soal ibadah, orang itu ikhlas. Saya lihat tidak ada pengaruh terhadap semangat berkurban. Orang tetap melaksanakan karena itu ibadah,” kata Rasyidi HY saat ditemui, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat saat ini juga sudah memahami ketentuan berkurban sesuai syariat. Menurutnya, dalam ajaran Rasulullah SAW, kurban dilakukan secara sederhana namun penuh makna.
“Kalau mengikuti Rasul, beliau hanya dua ekor. Satu untuk keluarganya dan satu untuk umatnya,” ujarnya.
Rasyidi HY menyebut antusiasme masyarakat dalam berkurban pada 2026 mengalami peningkatan. Ia mencontohkan jumlah hewan kurban di Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) yang mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
“Di Baitul Muslimin Indonesia saja tahun kemarin tiga, sekarang lima. Artinya ada kenaikan,” katanya.
Rasyidi HY juga mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha 2026 sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Kurban itu bentuk ketakwaan. Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih Nabi Ismail dan keduanya sama-sama ikhlas. Itu pelajaran besar tentang ketaatan kepada Allah,” ucapnya.
Terkait adanya isu kenaikan harga pangan menjelang idul adha. Mantan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, Rasyidi HY meminta pemprov DKI menjaga ketahanan pangan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Ia menyoroti pentingnya peran BUMD pangan seperti Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya dalam menjaga stabilitas harga.
“Saya optimis kenaikan harga pangan bisa diatasi oleh pemprov DKI," tandasnya.

Komentar0