InfoJakartanews - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Achmad Yani meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan Polda Metro Jaya, pemerintah kota dan kabupaten, RT/RW, serta masyarakat dalam menentukan titik pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan kriminalitas di Jakarta berjalan lebih efektif.
Menurut Achmad Yani, sinergi antara pemerintah, aparat kepolisiam, dan masyarakat akan menghasilkan pemetaan lokasi yang lebih akurat. Dengan begitu, pemasangan CCTV maupun PJU dapat difokuskan pada kawasan yang benar-benar membutuhkan pengawasan.
Selain koordinasi lintas instansi, ia menilai partisipasi masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi lingkungan, termasuk lokasi yang sering menjadi titik rawan tindak kriminal.
"Warga adalah pihak yang paling mengetahui titik-titik yang dianggap rawan. Karena itu, partisipasi masyarakat harus menjadi bagian dari proses perencanaan," kata Achmad Yani di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Ia juga meminta Pemprov DKI memanfaatkan data kriminalitas dari kepolisian sebagai dasar dalam menentukan lokasi pemasangan CCTV dan PJuU. Menurutnya, data tersebut dapat membantu pemerintah menetapkan prioritas wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Achmad Yani menilai berbagai tindak kejahatan seperti begal, penjambretan, pencurian, tawuran, hingga kekerasan jalanan umumnya terjadi di kawasan yang minim prnerangan dan tidak terpantau kamera pengawas. Kondisi tersebut memberi ruang bagi pelaku untuk beraksi karena minim saksi maupun bukti rekaman.
Karena itu, ia meminta pemasangan CCTV dan PJU diprioritaskan di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Beberapa di antaranya meliputi jalan lingkungan yang gelap, akses menuju permukiman padat, kawasan sekitar halte, stasiun, terminal, jembatan penyeberangan orang (JPO), hingga wilayah perbatasan yang kerap dijadikan jalur pelarian pelaku kejahatan.
"Keamanan warga harus menjadi prioritas. Pemasangan CCTV dan penerangan jalan yang memadai di titik-titik rawan merupakan investasi sosial yang manfaatnya jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi merekam peristiwa, tetapi juga membantu aparat kepolisian mengungkap identitas pelaku tindak kriminal. Sementara itu, penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan pengawasan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Achmad Yani berharap program pemasangan CCTV dan PJU menjadi salah satu prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dengan dukungan koordinasi yang kuat antara pemerintah, kepolisian, RT/RW, dan masyarakat, kawasan yang selama ini gelap dan rawan kriminal diharapkan menjadi lebih aman, khususnya pada malam hari. (Zat)
Komentar0