INFOJAKARTANEWS - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong penguatan fungsi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan perfilman di Ibu Kota. Salah satu fasilitas yang dinilai perlu kembali dihadirkan adalah bioskop.
Rano menilai keberadaan bioskop di kawasan TIM dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perfilman Jakarta. Menurutnya, fasilitas tersebut akan mendukung berbagai aktivitas seni yang sudah berkembang di kawasan TIM.
"Artinya yang pasti kita harus ada bioskop di sini, karena ini nanti menjadi ekosistem perfilman Jakarta," kata Rano usai menyaksikan drama musikal Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi yang ditampilkan oleh Sekolah Seni Yonif di Taman Ismail Marzuki, Minggu (30/8/2026).
Rano mengungkapkan, fasilitas bioskop sebenarnya pernah tersedia di kawasan TIM. Namun, fasilitas tersebut tidak kembali hadir setelah kawasan tersebut menjalani proses revitalisasi.
"Karena ini seperti yang dilakukan oleh pusat. Di sini dulu pernah ada bioskop kan, tapi begitu ada revitalisasi, bioskopnya nggak sempat dibuat. Makanya kita harus punya bioskop," ujarnya.
Selain bioskop, Rano melihat geliat kegiatan seni di TIM terus menunjukkan perkembangan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu didukung dengan pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut.
Rano bahkan mengaku telah membahas bersama jajaran Pemprov DKI mengenai rencana pemanfaatan salah satu bangunan yang saat ini masih terbengkalai di kawasan TIM. Bangunan tersebut diharapkan dapat kembali difungsikan untuk mendukung aktivitas seni dan budaya.
"Ini memang sudah menjadi atmosfer yang sangat dibutuhkan. Karena itulah barangkali, kemarin saya membahas khusus tentang bagaimana ada satu bangunan mangkrak, yang ada di depan itu, itu kita akan mau memanfaatkan," katanya.
Menurut Rano, pengembangan aktivitas seni dan budaya di TIM juga akan menjadi bagian dari persiapan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027. Pemprov DKI saat ini mulai menyiapkan berbagai agenda yang akan digelar untuk memperingati momentum tersebut.
Ia mengatakan pembahasan kalender kegiatan untuk peringatan 500 tahun Jakarta akan dilakukan secara khusus agar seluruh rangkaian acara dapat dipersiapkan dengan matang. Agenda kegiatan bahkan direncanakan mulai berlangsung pada Desember 2026.
"Karena kalau tahun depan itu memang fokusnya sudah harus di-manage dengan satu tim yang memang spesial untuk itu. Kalau enggak, tidak mudah untuk menyiapkan. Kalender kita dari mulai Desember tahun ini sampai Desember tahun depan. Itu tidak mudah," tuturnya. (Zat)
Komentar0