DEKANNEWS, JAKARTA - Tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai akan dievaluasi supaya biaya subsidi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak terlalu besar.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono terkait penetapan tarif LRT Jakarta. Menurut dia, tarif akan disesuaikan dengan keinginan Masyarakat.
"Kami akan melakukan evaluasi. Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Saat ini, Pemprov DKI tengah mempersiapkan pemberlakuan tarif khusus Rp 8 untuk LRT Kelapa Gading-Manggarai sebelum resmi beroperasi. Pramono mengaku tarif khusus tersebut akan diterapkan sebagai upaya sosialisasi terhadap masyarakat mengenai rute baru tersebut. Selain itu juga sebagai persiapan penyelesaian hal-hal yang belum rampung.
Namun tarif tersebut hanya berlaku sementara, Pramono menerangkan setelah peresmian tarif tersebut akan kembali menjadi Rp 5.000 secara flat hingga Oktober 2026. Setelah Oktober 2026, Pemprov DKI akan menghitung kembali besaran tarif untuk rute tersebut.
"Mudah-mudahan, dalam sosialisasi dengan tarif itu menjadi Rp8, saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai," ujar Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI akan menyempurnakan kembali sejumlah fasilitas selain pembangunan jalur dan rel yang disebut sudah selesai. Sejumlah fasilitas perlu disempurnakan sebelum LRT Kelapa Gading-Manggarai benar-benar dibuka untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan.
Akibatnya peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai sempat dijadwalkan pada 26 Agustus 2026, urung dilakukan. Pemprov DKI kemudian memutuskan menjadwalkan ulang peresmian moda transportasi publik tersebut setelah melakukan evaluasi terhadap kesiapan kegiatan dan layanan.
Sebelumnya, Gubernur Pramono mengatakan, peresmian LRT Jakarta dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Adapun Prabowo mendadak mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau korban gempa. (Zat)
Komentar0