Gfd9BUzoTpd7TUA8GSC5TUY0BA==

Kebakaran Marak di Jakarta, DPRD Soroti Risiko Korsleting Listrik

INFOJAKARTANEWS - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mendorong penguatan langkah pencegahan kebakaran di Jakarta. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan menyusul rentetan kebakaran yang terjadi di Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir.

William meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Ia menilai pencegahan perlu menjadi perhatian, terutama selama musim kemarau.

Menurut William, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, kewaspadaan pemerintah dan masyarakat perlu diperkuat selama kondisi tersebut masih berlangsung.

“Ada faktor cuaca, kita sedang ada di musim kemarau. Cuacanya makin panas dan udaranya juga kering, ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” kata William dalam keterangannya dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Selain faktor cuaca, William menilai persoalan teknis juga perlu menjadi perhatian serius. Instalasi listrik yang tidak dipasang dengan baik serta minimnya sistem keamanan kebakaran dapat meningkatkan risiko korsleting yang kemudian memicu kebakaran.

“Kedua, ada faktor teknis seperti pemasangan instalasi listrik yang kurang baik dan sistem keamanan kebakaran yang masih minim, sehingga bisa mengakibatkan korsleting dan memulai kebakaran. Ini banyak terjadi di berbagai kasus kebakaran belakangan ini,” ujarnya.

William mengatakan pemerintah dapat mempertimbangkan penerapan perangkat pemutus aliran listrik sebagai salah satu langkah pencegahan. Ia mencontohkan sejumlah negara, termasuk Singapura, yang mewajibkan pemasangan perangkat tersebut untuk mengantisipasi korsleting secara otomatis.

“Seperti di Singapura, mungkin kita juga perlu mulai berbicara untuk mewajibkan masyarakat memasang alat pemutus aliran listrik demi mencegah terjadinya korsleting secara otomatis. Jika ini bisa dilakukan, maka itu dapat mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting,” ucapnya.

Di sisi lain, William meminta Dinas Gulkarmat mengevaluasi pemerataan dan kondisi hidran air di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, ketersediaan hidran yang optimal menjadi salah satu infrastruktur penting untuk mempercepat pemadaman dan proses pendinginan setelah kebakaran.

“Ini perlu dicek juga. Apakah hidran air kita sudah mencakup seluruh sudut kota Jakarta. Karena ini merupakan infrastruktur penting yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pemadaman api dan pendinginan setelahnya. Di mana, hal itu dapat menyelamatkan nyawa banyak orang,” ujarnya.

William juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memeriksa kondisi instalasi listrik dan perangkat elektronik secara berkala. Kabel, meteran, hingga peralatan yang sudah tidak digunakan sebaiknya diperiksa atau dicabut untuk mengurangi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran. (Zat)

Komentar0

Type above and press Enter to search.