INFOJAKARTANEWS - Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengingatkan, jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membuat masyarakat meninggalkan transportasi publik.
Menurut Rio, tarif TransBandara memang wajar berada di atas tarif Transjakarta reguler. Sebab, jarak tempuh, penggunaan jalan tol, waktu perjalanan, dan biaya operasionalnya berbeda.
Namun, dengan kapasitas fiskal DKI Jakarta yang relatif kuat, dia menilai tarif Rp 15.000 perlu dievaluasi agar tetap terjangkau dan kompetitif dibandingkan bus bandara, taksi, maupun kereta bandara.
Prinsipnya, masyarakat tetap membayar sebagian biaya perjalanan, sementara APBD memberikan subsidi secara terukur," kata Rio kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/9/2026).
Dia menegaskan transportasi publik tidak harus gratis. Yang penting, pemerintah tetap hadir memastikan masyarakat memiliki pilihan angkutan menuju bandara dengan tarif terjangkau tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Rio juga meminta evaluasi tarif dilakukan berkala, misalnya setiap enam bulan. Evaluasi harus melihat tingkat okupansi, biaya operasional riil, kualitas pelayanan, serta kemampuan masyarakat.
"Tarif seharusnya mengikuti hasil evaluasi dan kebutuhan pelayanan publik," tegasnya.
Umtuk menjaga keterjangkauan, dia mengusulkan tiket bundling atau langganan bagi pekerja bandara, mahasiswa, dan pengguna rutin. Integrasi tiktet dan layanan pengumpan dari simpul seperti Tanah Abang, Palmerah, dan Kebayoran juga dinilai penting.
Menurut Rio, perluasan akses tersebut akan membuat TransBandara tidak hanya melayani warga di sekitar Blok M, tetapi juga menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, menurut saya Transbandara harus menjadi layanan publik yang terjangkau sekaligus dikelola secara sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Karena itu, Rio meminta tarif Rp 15.000 dievaluasi dengan membandingkan biay operasional, tingkat okupansi, kualitas layanan, dan daya beli masyarakat.
Jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi publik yang sebenarnya ingin kita dorong," tandasnya. (Zat)
Komentar0